5 Kapal Kayu Terbesar di Dunia



kapal terbesar
Wyoming (137.16 m)
Kapal terbesar di dunia ini dibuat dari kayu dan dibangun pada tahun 1909 oleh perusahaan bernama Percy & Small. Kapal ini panjangnya 137,16 m dan beratnya diperkirakan 4.000 ton. Wyoming dilengkapi dengan mesin kerek jangkar Hyde dan mesin uap. Salah satu investornya adalah Gubernur Negara Wyoming sehingga kapal diberi nama sebagai Wyoming. Biayanya terhitung hampir $ 175.000.USS

kapal kayu terbesar
Dunderberg (115 m)
Kapal kayu terbesar kedua yang dibangun di New York, Amerika Serikat. Panjangnya 115 meter, dengan kecepatan 15 knot. Kapal itu dibangun untuk dijual kepada Angkatan Laut AS, meskipun kapal ini tidak selesai sebelum perang American Libration War. The Dunderberg kemudian ditolak oleh angkatan laut Amerika Serikat dan kemudian dimusnahkan pada tahun 1874.

caligula's
Caligula’s Giant Ship (104 m)
Kapal ini digunakan untuk mengangkut obelisk di Lapangan Santo Petrus dari Mesir atas perintah Kaisar Romawi Caligula. Kapal Caligula’s Giant panjangnya 104 meter, bisa membawa 800 kru awak. Kapal itu juga disebut round ship.

kapal kayu terbesar
Pretoria (102.1 m)
Kapal Pretoria dibangun di West Bay City, Michigan. Tujuan utamanya adalah untuk digunakan di Great Lakes. Sebagaikapal terbesar keempat di dunia panjangnya 103 meter, lebar 13,3 meter dan 7 meter kedalaman. Kapal itu bisa membawa 5.000 ton bijih besi, 175,000 gantang gandum, atau bahkan 300.000 gantang gandum. Sayangnya, kapal ini tenggelam karena badai pada tahun 1905
kapal antik
Great Republic (102.1 m)
Kapal itu rencananya akan diluncurkan pada 4 September 1853 tetapi karena peningkatan pesat dalam harga kayu, maka ditunda sampai 4 Oktober 1853. Dua bulan kemudian pada tanggal 27 Desember kapal itu terbakar dan hampir rusak total oleh api. Kapal itu dijual kepada Kapten Nathaniel Palmer kemudian dibangun kembali dan dimodifikasi. Great Republic kemudian beralih ke Denmark ketika dibeli oleh Merchants’ Trading Company. Memiliki kapasitas untuk membawa barang seberat 5.000 ton dengan perkiraan kecepatan 19 kn (35,2 km / jam). Kapal tua ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1872.

Qeswachaka, Jembatan Gantung Unik Terbuat dari Serat Rumput



Qeswachaka, jembatan gantung yang terletak di provinsi selatan Canas di Cuzco, Peru.
Jembatan Ini adalah tenunan tangan dari rumput lokal bernama “Qoya”.
Jembatan Ini Panjangnya 120 meter dan dibangun kembali setiap tahun oleh masyarakat setempat.

Giethoorn, Desa Terapung di Belanda




Giethoorn adalah desa wisata di Belanda,yang dijuluki “Venesia dari Utara“. Dijuluki seperti itu karena tidak ada kendaraan darat bermotor yang bisa lalu lalang di sana, dan transportasi hanya bisa dilakukan di atas air, di kanal yang bercabang banyak menjadi aliran sungai – sungai kecil.
Air yang mengelilingi dan menggenangi desa itu berawal dari datangnya banjir besar St Elizabeth pada tahun 1170 , dan desa itu sendiri didirikan dan dikembangkan kembali pada 1230 ketika buronan Mediterania datang untuk menetap di sini. Para buronan menemukan banyak tanduk kambing liar yang mungkin telah tewas karena banjir, dan dari situlah nama desa itu berasal. Awalnya desa ini disebut ‘Geytenhorn’ yang berarti ‘tanduk kambing‘, akhirnya menjadi Giethoorn setelah bertahun-tahun.

Banyak rumah-rumah dibangun di atas pulau-pulau kecil, dicapai melalui sebuah jembatan tinggi. Penduduk desa menggunakan perahu kecil dengan suara motor yang pelan yang dikenal sebagai kapal berbisik, dan jembatan kayu yang digunakan untuk menghubungkan satu pulau dengan yang lain.
Giethoorn menjadi terkenal, terutama setelah tahun 1958, ketika komedian asal Belanda Bert Haanstra membuat komedi terkenal “Fanfare” di sana.





Jembatan Internasional Terkecil di Dunia yang Menghubungkan Dua Negara



Dua pulau yang saling berdekatan ternyata berada dalam dua wilayah berbeda. Pulau yang besar berada dalam wilayah Kanada sedang pulau yg kecil berada di wilayah Amerika Serikat. Yang menarik dua pulau beda Negara ini dihubungkan oleh jembatan sepanjang 10 meter. Inilah jembatan internasional terkecil atau terpendek di dunia.
amazing-bridge1
‘Pasangan’ pulau terketak dekat Rockport disebut Zavikon. Dua pulau itu termasuk kumpulan ‘kepulauan seribu’ yang berada di Saint Lawrence River di Teluk Alexandria, perbatasan AS-Kanada
Persetujuan batas wilayah ini telah disepakati antara kedua Negara-AS dan Kanada-sejak 1793. Namun kedua Negara memutuskan tidak akan membagi dua pulau diperbatasan. Sekitar 2/3 pulau berada di wilayah kanada, 1/3 nya berada di amerika. AS maupun Kanada, menganggap posisi mereka setara dalam hal kepemilikan pulau.
Namun bagi pemandu wisata ini merupakan ‘keuntungan’ karena dari segi pariwisata keberadaan dua pulau ini menjadi sangat unik dan menarik ‘dijual’. Para pemandu wisata ingin jembatan internasional terkecil di dunia diketahui khalayak.
Pulau besar yg diklaim sebagai wilayah kanada dibangun rumah, sementara pulau kecil yg merupakan bagian dari Amerika, berfungsi sebagai halaman belakang rumah.

Jembatan Jembatan yang luar Biasa



1 Jembatan Oliveira di Brazil: Jembatan kabel bentuk X pertama di dunia
Jembatan
2. Tower Bridge (Britania Raya): Jembatan Victorian Paling Terkenal dan Terindah
Jembatan
3. Jembatan Banpo (Korea Selatan): Jembatan Air Mancur
Jembatan
4. Jembatan Millau (Perancis): Jembatan Tertinggi di Dunia
Jembatan
5. Jembatan Teluk Hangzhou (Cina): Jembatan Lintas Lautan Terpanjang di Dunia
Jembatan
6. Rolling Bridge (Britania Raya): Jembatan yang dapat menggulung sendiri
Jembatan
7. Jembatan Air Magdeburg (Jerman): Jembatan Air Terbesar di Eropa
Jembatan

Jembatan Akar Pohon Paling Unik di Dunia



Jembatan merupakan salah satu hasil rekayasa infrastruktur untuk mempermudah transportasi manusia. Jembatan-jembatan dibangun di lokasi di atas sungai, lembah, atau laut yang memisahkannya. Tetapi, di suatu tempat di dunia ini, jembatan-jembatan yang menghubungkan sungai-sungai itu tidak dibangun, melainkan hidup dan tumbuh!

1. Jembatan Akar di India

Di kedalaman India sebelah tenggara, di salah satu lokasi paling basah di muka bumi, jembatan-jembatan dibuat dengan cara yang sangat aneh dan unik.



Tumbuh dari akar-akar pohon karet, orang-orang Khasis di Cherrapunjee menggunakan batang pohon pinang, membelahnya dan mengeluarkan isinya untuk membuat apa yang disebut “penunjuk akar”. Saat dibentangkan dan mencapai sisi pinggir sungai lainnya, mereka mulai menyatukannya dengan akar-akar dari tanah. Dengan berjalannya waktu, jembatan yang kokoh dan hidup mulai terbentuk.




Jembatan-jembatan akar itu beberapa di anatarnya mencapai 30 meter, membutuhkan waktu 10 hingga 15 tahun untuk bisa difungsikan penuh, dan menjadikannya sangat kokoh. Beberapa sanggup menahan beban hingga 50 orang sekaligus.

Salah satu struktur yang paling unik di Cherrapunjee dikenal dengan sebutan “Umshiang Double-Decker Root Bridge.” Terdiri dari dua lapis jembatan, di atas dan dibawahnya.

Karena jembatan-jembatan ini hidup dan masih terus tumbuh, membuatnya semakin kokoh saja. Beberapa jembatan akar yang tua sudah digunakan tiap hari oleh orang-orang desa di sekitar Cherrapunjee sejak lebih dari 500 tahun yang lalu.

2. Jembatan Tanaman Merambat di Lembah Iya, Jepang
Salah satu dari tiga lembah-lembah “tersembunyi”, di Jepang, West Iya merupakan tempatnya ngarai berkabut, sungai bersih, dan atap-atap jerami atau daun, seperti menggambarkan Jepang berabad yang lalu. Untuk menyeberangi sungai Iya yang mengalir di sepanjang lereng lembah, para perampok, para kstria, dan pengungsi membuat sebuah jembatan khusus yang dibuat dari tanaman merambat.

Di bawah ini adalah gambar dari satu jembatan dari tanaman merambat pada tahun 1880:





Pertama, dua tanaman Wisteria – salah satu tanaman merambat paling kokoh – ditanam hingga sangat panjang dari kedua sisi sungai. Saat tanaman itu mencapai panjang yang cukup, lalu dianyam bersama papan untuk membuat suatu rekayasa botani yang hidup, lunak tapi sangat kokoh.

Jembatan-jembatan itu tidak punya sisi-sisi, dan sebuah sumber sejarah orang Jepang menunjukkan bahwa jembatan tanaman ini tidak stabil, dan yang mencoba menyeberanginya pertama kali seringkali membeku di tempat, tidak mampu melanjutkan lebih jauh lagi.


Tiga dari jembatan-jembatan itu masih ada di lembah Iya. Meski beberapa (tidak semua) jembatan-jembatan itu diperkuat dengan kabel dan lajur sisi-sisi, tetap saja menakutkan untuk diseberangi. Panjangnya lebih dari 42 meter, dengan papan yang dipasang setiap 6 hingga 8 inci, dan faktanya satu jatuh ke air dari 4,5 cerita, membuatnya tidak cocok buat pengidap acrophobia (takut ketinggian).

Beberapa orang percaya jembatan-jembatan tanaman merambat yang masih ada itu pertama kali dibuat pada abad 12, yang menjadikannya beberapa di antara contoh-contoh arsitektur hidup tertua di dunia.

3. Jembatan Akar di Sumatera Barat, indonesia

Inilah dia objek wisata andalan Kabupaten Pesisir Selatan yang merupakan salah satu jembatan yang terunik di dunia.jembatan yang kuat dan menjadi penghubung dua daerah antara Jorong (Dusun) Puluik-Puluik dan Lubuak Silau, Desa Lubuak Silau, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat.

Dari informasi yang berhasil dirangkum salah seorang tokoh masyarakat sekaligus ketua pemuda Pulik-puluik, Herman Datuak Rajo Bandaro, jembatan tersebut dibuat karena seorang ulama yang bernama Pakih Sokan kasihan melihat murid-murid mengajinya dari Pulik-puluik sering tidak datang karena aliran batang bayang kerap meluap.




Pada tahun 1916 Pakih Pohan menanam dua batang jawi-jawi (sejenis pohon beringin yang berdaun lebar), pohon jawi-jawi tersebut ditanam di dua lokasi satu di daerah Pulik-puluik dan satu lagi di daerah Lubuak Silau yang dipisahkan dengan batang bayang. Lalu akarnya yang bergantungan dijalin di batang bambu yang dijadikan jembatan sebagai tulang jembatan akar. Setelah 3 tahun lamanya akar dua pohon jawi-jawi tersebut bertaut namun belum bisa dilalui.


Kemudian Pakih Pohan mengadakan acara mandabiah kambing (potong kambing) dan mandarai aka (memberikan darah pada akar yang bertaut tersebut). “Ini sebagai tanda syukuran bahwa akar jawi-jawi yang dihubungkan sudah bertaut, sebagai tanda akan terjadi pertautan kembali,” tambah Herman.
Untuk menjadikan sebuah jembatan yang bisa dilalui membutuhkan waktu selama 20 tahun maka jembatan tersebut bisa ditempuh warga Puluik-puluik yang hendak mau ke Lubuak Silau.

Sampai sekarang jembatan tersebut berukuran panjang 30 meter dan lebar 1 meter dengan ketinggian dari permukaan batang bayang sekitar 10 meter dan saat ini umur jembatan tersebut sudah 93 tahun dan masih bisa dilalui warga dari daerah Pulik-puluik sebanyak 25 kepala keluarga begitu juga warga yang hendak kedaerah Pulik-puluik…

Eucalyptus deglupta, Pohon Paling Berwarna di Dunia



Pohon-pohon ini mungkin terlihat seperti telah dicat, tetapi warna-warna di batang pohon ini semuanya alami. Pohon aneh ini diberi nama Eucalyptus deglupta , umumnya dikenal sebagai Rainbow Eucalyptus, dan juga dikenal sebagai Gum Mindanao, atau Gum Rainbow. Berwarna belang dengan Multi-warna pada batangnya berasal dari kulit luar yang tumbuh setiap tahunnya pada waktu yang berbeda, menunjukkan kulit hijau cerah dan gelap. warna batang pohon ini kemudian menjadi lebih gelap sebelum berganti bbiru, ungu, oranye dan kemudian merah marun.
Eucalyptus deglupta adalah spesies dari Eucalyptus yang hanya ditemukan secara alami di belahan bumi utara. Tumbuh secara alami di New Britain, New Guinea, Pulau Seram, Sulawesi dan Mindanao. Sekarang, pohon ini dibudidayakan secara luas di seluruh dunia, terutama untuk digunakan dalam pembuatan bubur kertas, dan juga untuk hiasan pajangan.